Reuni keluarga

Ketika beberapa tahun lalu aku menghubungi beberapa keluarga dalam penyusunan silsilah keluarga Gan Peng, aku bertemu dengan beberapa oom dan tante yang sebelumnya aku belum pernah bertemu. Kemudian ketika aku sedang menelusuri silsilah The aku juga bertemu dengan beberapa orang yang untukku asing tetapi mereka masih saudaraku juga.

Lalu ketika buku silsilah Gan Peng terbit, lengkap dengan foto-fotonya, mereka terkejut karena mereka mengenal beberapa saudara dalam buku itu yang tinggalnya juga di negara yang sama (dalam hal ini Negeri Belanda), tetapi tidak mengetahui kalau mereka masih mempunyai hubungan saudara.

Sebelum buku silsilah Gan itu diterbitkan, saudara-saudara yang aktif di Indonesia memang sudah pernah merencanakan untuk mengadakan reuni akbar, tetapi karena satu dan lain hal tidak pernah terjadi. Yang di Indonesia memang pernah mengadakan beberapa kali pertemuan antar saudara tetapi terbatas dengan lokasi. Misalnya saja yang di Jakarta Barat pernah mengadakan pertemuan di Heartz Chicken sedangkan di Pekalongan sendiri juga pernah diadakan semacam reuni juga.

Sudah lama aku juga ingin mengadakan reuni keluarga, tetapi waktu itu aku masih belum mempunyai ide bagaimana harus dilakukan. Dan terus terang saja aku bukan organisator yang baik yang mempunyai banyak ide. Tujuanku sebenarnya cuman 1, yaitu memberikan saudara-saudara ku itu satu tempat dan waktu untuk saling mengenal satu sama lainnya.

Tahun lalu aku mencoba untuk mengorganisir reuni untuk keluarga The yang sebenarnya masih boleh dikatakan keluarga kecil dibanding dengan keluarga Gan ini. Untuk itu aku negosiasi dengan satu restorant di Rotterdam untuk mengadakan reuni tersebut. Aku mengajak beberapa saudara yang antusias untuk ikut dalam mengorganisir reuni nya. Hauw Gie, Hok Soei dan oom Dick van Thessen dengan semangat menyediakan waktunya untuk turut dalam kepengurusan menyelenggarakan reuni. Oom Louis Go yang tadinya juga sudah bersedia membantu terpaksa harus mengundurkan diri karena sakit, dan sayang sekali beliau meninggal dunia seminggu sebelum reuni.

Waktu reuni keluarga The, ternyata yang datang ada 99 orang. Dari jumlah 250 orang dari keluarga The yang berdomisili di Belanda dan sekitarnya. Kalau saja tidak ada musibah di keluarga Go tentunya lebih banyak lagi yang datang. Kita beruntung juga mempunyai saudara yang masih mengerti tulisan china sehingga menu di resto bisa dipesan dengan baik. Maklum saja resto china di Belanda ini kadang hanya memberikan pilihan sebanyak 60 makanan Dim Sum, sedang menu dengan tulisan cacing bisa mencapai 300 macam.

Salah satu ketidak nyamanan waktu reuni tahun lalu itu karena restonya terlalu besar, kita tidak bisa menyewa seluruh restorantnya. Akibatnya kelompok kita diberi tempat tertentu, tetapi ada tamu-tamu resto yang lain yang juga datang pada saat yang sama. Meskipun tidak mencampur dengan kelompok yang lagi reuni, tapi toh terasa tidak adanya privacy yang kelihatannya diperlukan juga untuk acara reuni keluarga itu. Misalnya saja, speech yang dibawakan tentunya juga didengar juga oleh orang-orang lain yang tidak ada urusannya dengan keluarga.

Reuni tahun lalu boleh dikatakan cukup sukses. Semua yang datang mengatakan bahwa pertemuan seperti itu patut diulang, meskipun tidak harus dilakukan tiap tahun. Mungkin sekali dalam 3-4 tahun cukup perlu diadakan dimana kontak antar saudara bisa diperbaharui lagi.

Tahun ini aku rencana lagi untuk reuni keluarga GAN. Kebetulan aku kenal juga dengan Esther Winata dari keluarga Gan yang dari Purbalingga. Dan ketika aku menanyakan bagaimana pendapatnya kalau diadakan reuni gabungan antara 2 keluarga Gan ini, ternyata jawaban Esther memberiku semangat juga. Karena Esther tinggal di Jerman, dan kebanyakan keluarga Gan tinggal nya di Belanda (maksudnya keluarga Gan yang tinggal di Eropa), maka aku pikir lebih baik diadakan di Belanda saja.

Kali ini aku memilih restorant china lain yang makanannya tidak kalah dengan resto yang pertama. Dan karena resto nya kecil, aku pikir mungkin kita bisa menyewa seluruh restorant kalau yang datang cukup. Untuk itu aku pikir sebaiknya aku mengumpulkan beberapa orang dari keluarga Gan yang mau turut dalam organisasinya.

Untuk itu aku pertama-tama meminta apakah oom Gan Kay Sian bersedia turut aktif. Maklum saja, keluarga Gan ini darahnya di aku sudah sangat sedikit, hanya 1/16 nya saja. Sehingga yang bermarga GAN mestinya turut dalam organisasinya, dan karena oom Kay Sian itu masih termasuk generasi papi/mami ku, tentunya tidak boleh dilupakan. Selain itu ada beberapa saudara lain yang turut serta juga dalam kepengurusan reuni ini yaitu Hauw Gie, Han Go, Oki, Ignace & Ying Ong & Danny Tjhie. Ying dan Danny dari keluarga Gan Purbalingga sedang yang lain dari Gan Pekalongan.

Reuni akan diadakan tanggal 9 Juni yang akan datang di Den Haag dan sampai sekarang sudah ada 111 orang yang mendaftar. Sebenarnya target kita hanya 120 orang, sebab 120 orang restorant nya akan cukup penuh. Tetapi si manager resto mengatakan kalau perlu bisa sampai 150 orang. Mudah-mudahan saja tidak terjadi, sebab nanti peserta reuni bisa seperti ikan sarden dalam kaleng yang tidak bisa bergerak, sedangkan maksudnya mengadakan reuini ini justru memberikan tempat dan waktu untuk mengenal satu sama lainnya.

Aku harap saja cuaca juga tidak hujan dan sudah agak panas sehingga bagi mereka yang sudah lanjut usia tidak berhalangan untuk datang. Laporan lengkap akan menyusul ;-)

steve May 11th 2007 12:10 pm Silsilah No Comments yet Trackback URI Comments RSS

Leave a Reply